e-cisaga, ecisaga, e cisaga, Sport, Life Style, Entertainment and Health

Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2011

e-cisaga : Arema vs Persija 10 April 2011

Hasil Skor Arema vs Persija 10 April 2011 | Pertandingan ISL Liga Super
Arema sukses menekuk tamunya Persija Jakarta, pada lanjutan ISL Minggu 10 April 2011. Pada laga di bawah guyuran hujan itu Singo Edan menang dengan skor 2-1.

Bahkan, Arema bisa mencetak lebih dari dua gol andai kiper Persija Jandri Pitoy tak bermain gemilang.

Bermain di Stadion Kanjuruhan, Arema bermain agresif sejak awal. Hasilnya, Singo Edan sudah unggul saat laga baru berlangsung 4 menit lewat penalti.

Tendangan 12 pas diberikan setelah bek Persija melakukan pelanggaran pada Roman Chmelo.
Chmelo sendiri yang maju sebagai eksekutor berhasil menaklukkan kiper Persija, Jandri Pitoy.

Menit 17, Arema menggandakan keunggulan lewat gol Sunarto. Persija yang berusaha membalas tak mampu memaksimalkan peluang yang ada. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Babak kedua, Arema maupun Persija terlibat saling menyerang. Namun, Persija yang mampu mencetak gol di menit 84. Skor 2-1 tak berubah hingga laga usai.
Hasil itu membuat Arema menggusur Persija di urutan 3 klasemen sementara.

Rabu, 09 Maret 2011

SEJARAH "THE JACK MANIA"

The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan. Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut. Ide ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. 
Sebagai pembina Persija, memang Bang Yos (sapaan akrabnya)sangat menyukai sepakbola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung atau suporter. Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok paling ideal disaat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain. Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania. Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.Lelaki tinggi, tampan dan sarjana lulusan ITI Serpong inilah yang memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Dibawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung. Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga pada Pra Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah (Korwil). Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.